Kekuatan Hukum Akta Dibawah Tangan Yang Disahkan Notaris Sebagai Akta Otentik Dalam Perkara Di Pengadilan Dihubungkan Dengan Undang Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Pejabat Notaris

Judul : Kekuatan Hukum Akta Dibawah Tangan Yang Disahkan Notaris Sebagai Akta Otentik Dalam Perkara Di Pengadilan Dihubungkan Dengan Undang Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Pejabat Notaris

Penulis : MOHAMMAD ALWAN HUSEIN, S.H., M.H

Kutipan :

Penerbit : Jurnal Fokhus UNTAG Cirebon

Edisi : Vpl X Sep - Des 2016

ABSTRAK

Wewenang serta pekerjaan pokok dari Notaris adalah membuat akta otentik, baik yang dibuat dihadapan yaitu (pertijacten) maupun oleh Notaris (relaas Acten) apabila orang mengatakan akta otentik, maka pada umumnya yang dimaksud tersebut adalah akta yang dibuat oleh atau dihadapan Notaris. Akta otentik adalah suatu akta yang dalam bentuk yang ditentukan oleh undang-undang, dibuat oleh atau ditempat pegawai-pegawai umum yang berkuasa untuk itu di tempat dimana akta dibuat. Sedangkan yang dimaksud Akta dibawah tangan adalah surat yang sengaja dibuat oleh orang-orang, oleh pihak-pihak sendiri dan tidak dibuat dihadapan yang berwenang untuk dijadikan alat bukti, kekuatan pembuktian lahir ini berlaku bagi kepentingan atau keuntungan dan terhadap setiap orang dan tidak terbatas pada para pihak saja, dan sebagai alat bukti maka akta otentik baik akta pejabat maupun akta para pihak keistimewaannya terletak pada kekutan pembuktian. Sebagaimana rumusan masalah berupa identifikasi masalah yaitu bagaimana tanggung jawab atas kebenaran akta dibawah tangan yang dilegalisasi oleh notaris.Serta bagaimana akta dibawah tangan yang dilegalisasi oleh notaris dalam pembuktian di pengadilan. Metode penelitian yang digunakan penulis, adalah metode penelitian secara yuridis normatif

Kata kunci : Akta Otentik, Notaris

File : jurnal Alwan_Hukum.pdf

2016-12-06 10:35:56



join.jpg, 67kB