UPAYA PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL SECARA BIPARTIT,MEDIASI DAN KONSILIASI, SEBUAH KAJIAN YURIDIS

Judul : UPAYA PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL SECARA BIPARTIT,MEDIASI DAN KONSILIASI, SEBUAH KAJIAN YURIDIS

Penulis : Marhendi, SH.,MH

Kutipan : Agung Wahjono dan Ny Siti Rahayu, Tinjauan tentang Peradilan Anak di Indoensia, SInar Grafika,Jakarta,1993

Penerbit : Jurnal Fokhus Fakultas Hukum UNTAG Cirebon

Edisi : ISSN:2338-1531 Volume X:September-Desember 2016

ABSTRAK

Dengan meningkatnya industrialisasi, maka perselisihan hubungan industrial menjadi semakin meningkat dan komplek. Perselisihan hubungan industrial antara buruh/pekerja dengan pengusaha, yang menyebabkan adanya perselisihan pemutusan hubungan kerja, perselisihan antara serikat pekerja atau serikat buruh dalam suatu perusahaan yang sama. Hal ini perlu ada suatu penyelesaian atau adanya jalan keluar, yaitu dengan cara bipartit yaitu maksudnya untuk mencari jalan keluar, yaitu dengan cara internal antara pekerja dengan pengusaha, tanpa melibatkan pihak ketiga, penyelesaian secara bipartit ini wajib ditempuh. Mediasi adalah upaya penyelesaian perselisihan hubungan industrial baik perselisihan kepentingan , perselisihan hak, perselisihan PHK maupun perselisihan antar serikat pekerja dalam satu perusahaan, cara ini harus dapat diselesikan selama 30 hari terhitung sejak pendaftaran. Apabila terjadi kesepakatan maka harus dibuat kesepakatan secara tertulis dan didaftarkan ke Pengadilan hubungan industrial. Pada Intinya semua perselisihan antara pekerja dengan pengusaha atau perselisihan antara serikat pekerja dalam satu perusahaan dapat diselesaikan secara musyawarah.

Kata kunci : Setiap perselisihan dalam hubungan industrial dapat diselesaikan dengan cara musyawarah, hasilnya ditulis dan ditandatangani pihak-pihak

File : Jurnal1 Marhendi.pdf

2016-12-06 10:33:56



join.jpg, 67kB