SARANG YANG KOSONG (EMPTY NEST)

Judul : SARANG YANG KOSONG (EMPTY NEST)

Penulis : R O N D I A T I

Kutipan : Abdullah S. Oekam, Diktat Kuliah Teori Perubahan Sosial. Charles Darwin, 1859, On The Origin of Species, London, John Murray. Garna.K. Yudistira, 1992, Te-Teori Perubahan Sosial, Bandung: Progran Pasca UNPAD. Kingsley Davis, 1959, The Myth Of Functional Analysis as a Special Nethod in Sosiology and Antropology, American Sosiological Review 24:734 – 772. Poerwadarminta W.J.S., Kamus Bahasa Indonesia, 1992 : 98). Silitonga Djoyohadikusuma Sukartini, English for Students of Economic. Soeryono Sukanto, 1989, Teori Sosiologi Tentang Perubahan Sosial, Jakarta: Ghalia Ind. William F Ogburn, 1922, Sosial Change with Respect to Culture and Original Nature, New York Huebsch (dicetak ulang 1966, New York Dell)

Penerbit : FE UNTAG CIREBON

Edisi : Vol. 1 No. 2 Januari-April 2013Vol. 1 No. 2 Januari-April 2013

ABSTRAK

Perubahan masyarakat adalah fakta yaitu perubahan dalam arti luas berupa perubahan/perkembangan yang positif maupun yang negatif, sehingga perubahan sosial itu mempunyai dua dimensi yaitu kemajuan (progress) dan kemunduran (regres). Sangatlah relevan manakala dikaitkan dengan perjalanan hidup manusia diawali dari bayi sampai tua, suatu siklus/mata rantai yang tidak terputus. Kehidupan manusia berawal dari bayi, beranjak dewasa mengalami kemajuan positif (progress) baik dari segi kehidupan budaya, sosial, dan ekonomi sampai ke puncaknya. Pergeseran menurun (regres) lambat laun akan terjadi sampai ke titik terendah, menjadi manusia yang tidak produktif dan tua. Menjadi tua adalah proses alami yang tidak dapat ditawar dan harus dihadapi oleh semua orang. Konotasi tua adalah siap untuk berkurangnya kehangatan dari keluarga karena mereka telah mempunyai kehidupan sendiri dan berkurangnya produktivitas yang berdampak berkurangnya pendapatan. Sangat beruntunglah orang tua dimasa usianya beranjak senja masih berkumpul dengan keluarga merasakan kehangatan dan berkecukupan secara ekonomi. Tetapi sebagian para orang tua yang tinggal sendiri di rumah (khususnya di pedesaan) dan yang harus tinggal di panti jompo mempunyai nasib yang sama, yaitu kesepian. Mereka seolah-olah hidup di dalam sangkar kosong (empty nest) yang tidak berpenghuni, sunyi, sepi, sendiri, renta, merasa tersisihkan dan tidak dibutuhkan lagi, mereka hanya didatangi pada waktu-waktu tertentu. Disisi lain seharusnya orang tua adalah orang yang harus kita hormati, sayangi dan diperhatikan baik dari segi kebutuhan lahiriah dan jasmaniah. Pemenuhan kebutuhan lahiriah yaitu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari meliputi pangan, sandang dan papan. Sedangkan kebutuhan batiniah tidak kalah pentingnya yaitu melibatkan dalam kehidupan keluarga, memberi perhatian khusus dan tidak mengucilkan mereka, karena mereka sangat peka dan perlu mendapatkan kasih sayang terutama dari keluarga. Perubahan masyarakat adalah fakta yaitu perubahan dalam arti luas berupa perubahan/perkembangan yang positif maupun yang negatif, sehingga perubahan sosial itu mempunyai dua dimensi yaitu kemajuan (progress) dan kemunduran (regres). Sangatlah relevan manakala dikaitkan dengan perjalanan hidup manusia diawali dari bayi sampai tua, suatu siklus/mata rantai yang tidak terputus. Kehidupan manusia berawal dari bayi, beranjak dewasa mengalami kemajuan positif (progress) baik dari segi kehidupan budaya, sosial, dan ekonomi sampai ke puncaknya. Pergeseran menurun (regres) lambat laun akan terjadi sampai ke titik terendah, menjadi manusia yang tidak produktif dan tua. Menjadi tua adalah proses alami yang tidak dapat ditawar dan harus dihadapi oleh semua orang. Konotasi tua adalah siap untuk berkurangnya kehangatan dari keluarga karena mereka telah mempunyai kehidupan sendiri dan berkurangnya produktivitas yang berdampak berkurangnya pendapatan. Sangat beruntunglah orang tua dimasa usianya beranjak senja masih berkumpul dengan keluarga merasakan kehangatan dan berkecukupan secara ekonomi. Tetapi sebagian para orang tua yang tinggal sendiri di rumah (khususnya di pedesaan) dan yang harus tinggal di panti jompo mempunyai nasib yang sama, yaitu kesepian. Mereka seolah-olah hidup di dalam sangkar kosong (empty nest) yang tidak berpenghuni, sunyi, sepi, sendiri, renta, merasa tersisihkan dan tidak dibutuhkan lagi, mereka hanya didatangi pada waktu-waktu tertentu. Disisi lain seharusnya orang tua adalah orang yang harus kita hormati, sayangi dan diperhatikan baik dari segi kebutuhan lahiriah dan jasmaniah. Pemenuhan kebutuhan lahiriah yaitu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari meliputi pangan, sandang dan papan. Sedangkan kebutuhan batiniah tidak kalah pentingnya yaitu melibatkan dalam kehidupan keluarga, memberi perhatian khusus dan tidak mengucilkan mereka, karena mereka sangat peka dan perlu mendapatkan kasih sayang terutama dari keluarga.

Kata kunci : Perubahan Sosial, Ekonomi dan Budaya, serta Perubahan Pola Kehidupan.

File : 4. Rondiati.pdf

2017-09-30 11:01:30



join.jpg, 67kB